Queen Of Qolbu

Semua tentang Hati, Pikiran dan Kenyataan.

Pengembangan Diri, yang disengaja dan tidak

pengembangandirifeb081

Dalam kehidupan, tentunya kita pengen menjadi orang yang sukses. Terkadang kita bayangkan bisa menjadi orang-orang di luar sana yang berilmu tinggi, bergelimang harta, hidup senang dan bahagia (dunia akhirat). Salahkah kita jika berfikir seperti itu?? Salahkah kita jika berharap seperti itu??  TIDAK!!!. Semasih semuanya berada dalam batas kewajaran dan kesadaran (hehe,,,GILA kLEe..), dan kita juga tidak larut dalam fantasi berlebihan. Tak masalah karena apa yang kita pikirkan dan harapkan tadi memiliki potensi untuk kita konversikan menjadi mimpi, cita-cita dan tujuan hidup kita.

Dalam upaya mengkonversi potensi tersebut diperlukan adanya suatu “sistem yang berjalan” untuk mengubah kita menjadi lebih baik, suatu sistem yang kita sebut pengembangan diri. Namun, perlu kita sadari lebih dulu seperti apa pengembangan diri itu.

Pengembangan diri terdiri dari dua macam:

  • By Design (sengaja)

Pengembangan diri by design merupakan pengembangan diri yang terdiri dari rencana-rencana yang telah  disusun oleh diri kita sendiri. Bahwa kita sebenarnya adalah orang yang paling tahu akan pribadi kita, sehingga seharusnya kita tidak menyerah dan mampu untuk mencari jalan keluar dengan melakukan pengembangan diri tanpa adanya keterlibatan orang lain secara penuh.

  • By Accident (Tidak sengaja)

Pengembangan diri by accident sangat erat kaitannya dengan lingkungan. Lingkungan dengan serba-serbinya membawa dampak bagi individu-individu yang ada di dalamnya. Jika kita tidak menyusun perencanaan sendiri, maka lingkungan akan merencanakan kita, tentu dengan semua resiko-resiko yang ada dan adanya kepentingan lingkungan itu sendiri.

Misalkan ketika kita berada di lingkungan yang bodoh (lingkungan yang kurang memperhatikan pendidikan), dengan tanpa adanya perencanaan dari pribadi (atau keluarga) kita, secara tidak sadar kita akan terbawa arus oleh lingkungan tersebut (jadi pinter?? ya bodoh lah….:-D). Beda halnya dengan kita melakukan perencanaan, ketika kita memiliki keinginan untuk menjadi pinter, maka perencanaan tersebut akan sangat membantu kita untuk tidak terbawa arus, bahkan kita bisa membawa perubahan untuk lingkungan tersebut.

Ini bukan berarti selamanya lingkungan memberi dampak yang tidak baik lho…, tapi hanyalah sebuah contoh saja. Alangkah beruntungnya kita jika keluarga dan lingkungan adalah tempat yang baik dan selalu support, tapi hal sebaliknya kan tidak bisa dihindari juga…!!!?? bagi yang merasa, mari kita bersama simak baik-baik sedikit kutipan di bawah ini.

Menurut sebuah blog pengembangan diri yang pernah saya baca (oleh Supardi Lee), sebaiknya kita mengembangkan diri dengan rencana yang jelas dengan mengandalkan kekuatan yang kita miliki, yaitu:

  1. Kesadaran : Sadari “terus” tentang diri kita, sadari “terus” bagaimana kita sebenarnya.
  2. Kebebasan memilih : Setiap orang memiliki kebebasan memilih, disaat memilih pilihlah pikiran, perasaan dan keputusan yang mendukung.
  3. Keyakinan : YAKIN!!! dan keajaiban akan menjadi hal yang biasa buat kita.

Jangan menyerah untuk terus berubah menjadi lebih baik…karena Orang yang Berani adalah orang yang tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Ingin melakukan yang lebih……..

SADAR…

PILIH…

dan YAKIN….

pasti bisa….

Note: Tulisan ini hasil telaah dari http://www.pengembangandiri.com/blogs/4/Pengembangan-Diri–By-Design-or-By-Accident.html

Filed under: Filsafat hidup, , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: